BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Media Pembelajaran
Kata
media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah yang secara harfiah
berarti ‘tengah’, perantara atau pengantara. Dalam bahasa Arab media adalah (و سا
ئل ) atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Berikut pendapat
tentang media yang dikemukakann oleh para ahli yaitu:
- Gerlach
dan Ely ( 1972 ) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar
adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa
mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap
- Fleming
mengatkan bahwa media yang sering diganti dengan mediator yaitu penyebab atau
alat yang turut campur tangan dalam dua pihak dan mendamaikannya[1]
- Heinich,
Molenda, dan Russel ( 1990 ) diungkapkan bahwa media is a channel of
communication.
- AECT
( Association for Education and Communication Technology ) mendefinisikan media
yaitu segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi
- NEA
( Educations Association ) mendefenisikan sebagai benda yang dapat dmanipulasi,
dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan
dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar dapat mempengaruhi efektifitas
program instruktional
Dari
defenisi-defenisi tersebut dapat ditarik kesimpulannya bahwa pengertian media
merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran,
perasaan dan kemauan audio ( siswa ) sehingga dapat mendorong terjadinya proses
belajar pada dirinya.[2]
Jadi
menurut Rossi dan Breidle mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh
alat dan bahan yang dapat digunakan untuk tujuan pendidikan seperti radio,
televisi, buku, koran, majalah, dan sebagainya.[3]
2. Kriteria Pemilihan Media
Media
merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kegiatan proses belajar
mengajar. Dengan beraneka ragamnya media maka masing-masing media mempunyai
karakteristik yang berbeda-beda. Oleh karena itu ada beberapa pertimbangan yang
perlu diperhatikan antara lain:
- Media
yang dipilih hendaknya selaras dan menunjang tujuan pembelajaran yang telah
ditetapkan. Masalah tujuan pembelajaran ini merupakan komponen yang utama yang
harus diperhatikan dalam memilih media. Dalam penetapan media harus jelas dan
operasional, spesifik, dan benar-benar tergambar dalam bentuk perilaku
- Aspek materi menjadi pertimbangan yang
dianggap penting dalam memilih media. Sesuai atau tidaknya anatara materi
dengan media yang digunakan akan berdampak pada hasil pembelajaran siswa
- Kondisi
siswa dari segi subjek belajar menjadi perhatian yang serius bagi guru dalam
memilih media yang sesuai dengan kondisi anak. Faktor umur, intelegensi, latar
belakang pendidikan, budaya, dan lingkungan anak menjadi titik perhatian dan
pertimbangan dalam memilih media pengajaran
- Karakteristik
media di sekolah atau memungkinkan bagi guru mendesain sendiri media yang akan
digunakan merupakan hal yang perlu menjadi pertimbangan seorang guru
- Media
yang dipilih seharusnya dapat menjelaskan apa yang akan disampaikan kepada siswa
secara tepat dan berhasil guna, dengan kata lain tujuan yang ditetapkan dapat
dicapai secara optimal
- Biaya
yang akan dikeluarkan dalam pemanfaatan media harus seimbang dengan hasil yang
akan dicapai [4]
Selain
pertimbangan diatas untuk memilih media dapat menggunakan pola seperti yang
lain. Sejumlah pertimbangan dalam memilih media pembelajaran yang tepat dapat
kita rumuskan dalam satu kata ACTION, yaitu akronim dari:
1. Access
Kemudahan akses menjadi pertimbangan pertama dal;am
memilih media. Misalnya kita menggunakan media internet perlu dipertimbangkan
terlebih dahulu saluran untuk koneksi keinternet tersebut. Akses juga
menyangkut aspek kebijakan.
2. Cost
Biaya juga harus dipertimbangkan. Banyak jenis media
yang dapat menjadi pilihan kita. Media canggih biasanya mahal. Namun mahalnyaa
biaya harus kita hitung asfek manfaatnya. Semakin banyak yang menggunakan maka
unit cost dari sebuah media akan semakin menurun.
3. Technology
Mungkin saja kita tertaarik terhadaap suatu media
tetapi kita harus mempertimbangkan tentang aspek pendukungnya.
4. Interactivity
Media yang baik adalah yang dapat memunculkan
komunikasi dua arah atau intraktivitas. Setiap kegiatan pembelajaran yang anda
kembangkan tentu saja memerlukan media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran
tersebut.
5. Organization
Pertimbangan yang juga penting adalah dukungan
organisasi. apakah kepala sekolah mendukung atau tidak.
6. Novelty
Kebaruan dari media yang anda pilih juga harus
menjadi pertimbangan. Media yang lebih baru biasanya lebih baik dan lebih
menarik bagi siswa.[5]
3.
Media
dan Kegiatan Belajar Mengajar
1.
Guru dan Media Pembelajaran
Sistem pendidikan yang baru menuntut faktor dan
kondisi yang baru pula baik yang berkenaan dengan sarana pisik maupun non
fisik. Untuk itu diperlukan tenaga pengajar yang memiliki kemampuan dan
kecakapan yang lebih memadai, diperlukan kinerja dan sikap yang baru, peralatan
yang lebih lengkap dan administrasi yang lebih teratur.
Guru hendaknya dapat menggunakan peralatan yang
lebih ekonomis, efisien dan mampu dimiliki oleh sekolah serta tidak menolak
digunakannya peralatan teknologi moderen yang relevan dengan tuntutan
masyarakat dan perkembangan zaman. Permasalahan pokok dan cukup mendasar adalah
sejauh manakah kesiapan guru-guru dalam menguasai penggunaan media pendidikan dan
pengajaran disekolah untuk pembelajaran siswa secara optimal sesuai dengan
tujuan pendidikan dan pengajaran.
Semakin maju perkembangan masyarakat dan ekslarasi
teknologi moderen, maka semakin besar dan berat tantangan yang dihadapi guru
sebagai pendidikan dan pengajar disekolah. Agar seorang guru dalam menggunakan
media pendidikan yang efektif, setiap guru harus memiliki pengetahuan dan
pemahaman yang cukup tentang media pendidikan/pengajaran. Oleh sebab itu guru
harus mempunyai keterampilan dalam memilih dan menggunakan media pendidikan
/pengajaran.[6]
2. Media
sebagai Alat Bantu
Media sebagai alat abntu dalam proses belajar
mengajar adalah suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. Karena memeng
gurulah yang menghendakinya untuk membantu tugas guru dalam menyampaikan
pesan-pesan dari bahan pelajaran yang diberikan oleh guru kepada anak
didik. Guru sadar bahwa tanpa bantuan
media maka bahan pembelajaran sukar untuk dicerna dan dipahami oleh setiap anak
didik terutama bahan pelajaran yang rumit atau kompleks.
Setiap materi pelajaran tentu memiliki tingkat
kesukatran yang bervariasi. Pada satu sisi ada bahan pelajaran yang tidak
memerlukan alat bantu, tetapi dilain pihak ada bahan pelajaran yang sangat
memerlukan alat bantu berupa media pengajaran. Bahan pelajaran dengan tingkat
kesukaran yang tinggi tentu sukar diproses oleh anak didik. Apalagi bagi anak
didik yang kurang menyukai bahan pelajaran yang disampaikan itu.
Sebagai alat bantu, media mempunyai fungsi untuk
melicinkan jalan menuju tercapainya tujuan pengajaran. Hal ini dilandasi dengan
keyakinan bahwa proses belajar mengajar dengan bantuan media mempertinggi
kegiatan belajar anak didik dalam tenggang waktu yang cukup lama.Walaupun
begitu penggunaan media sebagai alat bantu tidak bisa sembarang menurut
sekehendak hati guru. Tetapi harus memperhatikan dan mempertimbangkan
tujuan.Akhirnya dapat dipahami bahwa media adalah alat bantu dalam proses
belajar mengajar dan gurulah yang mempergunakannya untah membelajarkan anak
didik demi tercapainya tujuan pengajaran.
3. Media
sebagai Sumber Belajar
Belajar mengajar adalah suatu
proses yang mengolah sejumlah nilai umtuk dikosumsi oleh setiap anak didik.
Nilai-nilai itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi teramil dari berbagai
sumber. Karena itu, sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat
dipergunakan sebagai tempat dimana bahan pengajaran terdapat atau asal untuk
belajar sekarang.
Media pendidikan sebagai salah satu sumber belajar
ikut membantu guru memperkaya wawasan anak didik. Aneka macam bentuk dan jenis
media pendidikan yang digunakan oleh guru menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi
anak didik. Media sebagai sumber belajar diakui sebagai alat bantu auditif,
visual, dan audiovisual. Penggunaan ketiga jenis sumber belajar ini tidak
sembarangan, tetapi harus disesuaikan dengan perumusan tujuan internasional dan
tentu saja dengan kompetensi guru itu sendiri dan sebagainya. Maka guru yang
pandai menggunakan media adalah guru yang bisa manipulasi media sebagai sumber
belajar dan sebagai penyalur informasi dari bahan yang disampaikan kepada anak
didik dalam proses belajar mengajar. [7]
4. Prinsif
Pemanfaatan media Pembeajaran
Prinsip pokok yang harus
diperhatikan dalam penggunaan media pada setiap kegiatan belajar mengajar
adalah bahwa media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa belajar
dalam upaya memahami materi pelajaran. Dengan demikian penggunaan media harus
dipandang dari sudut kebutuhan siswa . Hal ini perlu ditekankan sebab sering
media dipersiapkan hanya dilihat dari sudut kebutuhan siswa.
Agar
media pembelajaran benar-benar digunakan untuk membelajarkan siswa maka ada
sejumlah prinsip yang harus diperhatikan, diantaranya:
a) Media
yang digunakan oleh guru harus sesuai dan diarahkan untuk mencapai tujuan
pembelajaran
b) Media
yang digunakan harus sesuai dengan materi pembelajaran
c) Media
pembelajaran harus sesuai dengan minat, kebutuhan dan kondisi siswa
d) Media
yang digunakan harus memerlukan efektivitas dan efisien
e) Media
yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan guru dalam mengoperasikannya.
4.
Fungsi
dan Manfaat Media Pembelajaran
Berikut
ini dijelaskan fungsi dan peran dari media pembelajaran adalah:
1. Menangkap
Suatu Objek atau Peristiwa-Peristiwa Tertentu
Peristwa-peristiwa penting atau objek yang lengkap
dapat diabadikan dengan foto, filim atau direkam melalui video atau audio,
kemudian peristiwa tersebut disimpan dan dapat digunakan manakala
diperlukan.Guru dapat menjelaskan proses terjadinya gerhana matahari yang
langka melalui hasil rekaman video. Atau bagaiman proses perkembangan ulat
menjadi kupu-kupu, perkembangan bayi dalam rahim dari mulai sel telur dibuahi
sampai menjadi embrio dan berkembang menjadi bayi. Demikian juga dalam
pelajaran IPS , guru dapat menjelaskan bagaimana terjadinya peristiwa
proklamasi melalui tayangan filim dan lain sebagainya.
2. Memanipulasi
Keadaan, Peristiwa, atau Objek Tertentu
Melalui
media pembelajaran, guru dapat menyajikan bahan pelajaran yang bersifat abstrak
menjadi konkret sehingga mudah dipahami dan dapat menghilangkan verbalisme.
Misalkan untuk menyampaikan bahan pelajaran tentang sistem peredaran darah pada
manusia, dapat disajikan melalui filim.
Selain
itu, media pembelajaran juga dapat membantu menampilkan objek yang terlalu
besar yang tidak mungkin dapat ditampilakan didalam kelas, atau menampilkan
objek yang terlalu kecil yang sulit dilihat dengan menggunakan mata telanjang.
Untuk
memanipulasikan keadaan, juga media pembelajaran dapat menampilkan suatu proses
atau gerakan yang terlalu cepat yang sulit diikuti, seperti gerakan mobil,
gerakan kapal terbang, gerakan-gerakan pelari dan lain sebagainya.
3. Menambah
Gairah dan Motivasi Belajar Siswa
Penggunaan media dapat menambah motivasi belajar
siswa sehingga perhatian siswa terhap materi pembelajaran dapat lebih
meningkat. Sebagi contoh, sebelum menjelaskan materi pelajaran tentang polusi,
untuk dapat menarik perhatian siswa terhadap topik tersebut, maka guru memutar
filim terlebih dahulu tentang banjir atau tentang kotoran limbah industri dan
lain sebagainya.
4. Media
Pembelajaran Memiliki Nilai Praktis
Media pembelajaran memiliki nilai praktis sebagai
berikut:
·
Pertama, media dapat mengatasin
keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa
·
Kedua, media dapat mengatasi batas ruang
kelas. Hal ini terutama untuk menyajikan bahan belajar yang sulit dipahami
secara langsung oleh peserta. Dalam kondisi ini media dapat berfungsi untuk:
a) Menampilkan
objek yang terlalu besar untuk dibawa kedalamkelas
b) Memperbesar
serta memperjelas objek yang terlalu kecil yang sulit dilihat oleh mata
telanjang,seperti sel-sel butir darah/molekul bakteri dan sebagainya
c) Mempercepat gerakan suatu proses gerakan yang
terlalu lambat sehingga dapat dilihat dalam waktu cepat
d) Memperlambat
proses gerakan yang terlalu cepat
e) Menyederhanakan
suatu objek yang terlalu kompleks
f) Mempejela
unyi-bunyian yang sangat lemah sehingga dapat ditangkap oleh telinga
·
Ketiga, media dapat memungkinkan
terjadinya interaksi langsung antara perserta dengan lingkungan
·
Keempat, media dapat menghasilkan
keseragaman pengamatan
·
Kelima, media dapat menanamkan konsep
dasar yang benar, nyata, dan tepat
·
Keenam, media dapat membangkitkan
motivasi dan merangsang peserta untuk belajar dengan baik
·
Ketujuh, media dapat membangkitkan
keinginan dan minat baru
·
Kedelapan, media dapat mengontrol
kecepatan belajar siswa
·
Kesembilan, media dapat memberikan
pengalaman yang menyeluruh dari hal-hal yang konkret sampai yang abstrak.
Menurut
Kemp and Dayton ( 1985 ), media memiliki kontribusi yang sangat penting
terhadap proses pembelajaran. Diantar kontribusi tersebut menurut kedua ahli
tersebut adalah sebagai berikut:
a) Penyampaian
pesan pembelajaran dapat lebih terstandar
b) Pembelajaran
dapat lebih menarik
c) Pembelajaran
menjadi lebih interaktif
d) Waktu
pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek
e) Kualitas
pembelajaran dapat ditingkatkan
f) Proses
pembelajaran dapat berlangsung kapan pun dan dimana pun diperlukan
g) Sikap
positif siswa terhapa materi pembelajaaran serta proses pembelajaran dapat
ditingkatkan
h) Peran
guru berubah kearah yang positif, artinya guru tidak menempatkan diri sebagai
satu-satunya sumber belajar[8]
Levie
dan Lentz ( 1982 ) menemukakan empat fungsi media pengajaran, khususnya media
visual yaitu:
·
Fungsi atensi media visual merupakan
inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada
isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau
menyertai teks materi pelajaran. Sering kali pada awal pelajaran siswa tidak
tertarik dengan materi pelajaran yang tidak disenangi oleh mereka sehingga
mereka tidak memperhatikan.
·
Fungis afektif media visual dapat
terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar ( atau membaca ) teks
yang bergambar. Gambar atau lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap
siswa misalnya informasi yang menyangkut masalah sosial atau ras.
·
Fungsi kognitif media visual terlihat
dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau
gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi
atau pesan yang terkandung dalam gambar.
·
Fungsi kompensatoris media pengajaran
terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk
memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan
informasi dalam teks dan mengakomodasi siswa yang lemah dan lambat dalam
menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan
secara verbal.[9]
5.
Peralatan
Media
Didalam
media terdapat peralatan seperti:
·
Peralatan proyeksi ( optik )
o
Overhead projector
o
Microfrom reader
o
Proyektor filim-rangkai (filim strip
projector)
o
Proyektor filim-bingkai ( slide
projector )
o
Proyektor filim-gelang ( filim loop
projector)
o
Proyektor filim ( motion picture
projector )
·
Peralatan elektronik
o
Radio perekam kaset audio ( radio
cassette recorder )
o
Penala radio ( Tuner )
o
Perekam pita audio ( Open reel tape
recorder )
o
Perekam kaset audio ( cassette recorder
)
o
Amplifier
o
Loudspeaker
o
Perekam kaset audio sinkron 9 cassette
synchrocorder )
o
Perekam pita video ( video tape recorder
)
6. Klasifikasi Media
Rudi
Bretz ( 1977 ) mengklasifikasikan ciri utama media pada tiga unsur pokok yaitu
suara, visual dan gerak. Bentuk visual itu sendiri dibedakan lagi pada tiga
bentuk yaitu gambar visual, garis dan simbol. Disamping itu juga membedakan
media siar dan media rekam sehingga terdapat 8 klasifikasi media:
1. Media
audio visual gerak
2. Media
audio visual diam
3. Media
audio semi gerak
4. Media
vissual gerak
5. Media
visual diam
6. Media
visual semi gerak
7. Media
audio
8. Media
cetak
Menurut
Oemar Hamalik ( 1985: 63 ) dan 4 klasifikasi media pengajaran yaitu:
1. Alat-alat
visual yang dapat dilihat, misalnya filmstrip, transparansi, micro projectin,
papan tulis, buletin board, gambar-gambar, ilustrasi, chart, grafik, poster,
peta dan globe
2. Alat-alat
yang bersifat auditif atau hanya dapat didengar misalnya: phonograph record,
transkripsi electris, radio, rekaman pada tape recorder
3. Alat-alat
yang bisa dilihat dan didengar, misalnya filim dan televisi, benda-benda tiga
dimensi yang biasanya dipertunjukkan, misalnya: model, spicemens, bak pasir,
peta electris, koleksi diorama
4. Dramatisasi,
bermain peranan, sosiodrama, sandiwara boneka, dan sebagainya
Disamping
itu para ahli media lainnya juga membagi jenis-jenis media pengajaran itu
kepada:
1. Media asli dan tiruan
2.
Media bentuk papan
3. Media bagan dan grafis
4. Media proyeksi
5.
Media dengar ( audio)
6.
Media cetak atau printed materialis
Briggs
mengidentifikasi macam-macam media yang dipergunakan dalam proses belajar
mengajar yaitu: objek, model, suara langsung, rekaman audio, media cetak,
pembelajaran terprogram, papan tulis, media transparasi, filim bingkai, filim,
televisi dan gambar.
Gagne
membuat 7 macam pengelompokan media yaitu;
1.
Benda untuk didemonstrasikan
2.
Komunikasi lisan
3.
Gambar cetak
4.
Gambar diam
5.
Gambar gerak
6.
filim bersuara
7. mesin belajar
Schramm
( 1977 ) memandang media dari segi kerumitan dan besarnya biaya. Dia membedakan
antara media rumit dan mahal ( big media ), media sederhana dan murah ( little
media ). Schramm juga mengelompokkan menurut daya liputnya menjadi media
massal, kelompok, media individual. Selain itu dia juga membagi media menurut
kontrol pemakaiannya dalam pengertian portabilitasnya dan kesesuaiannya untuk
dirumah, kesiapan pemakaiannya setiap saat diperlukan, cepat atau tidaknya
dalam penyampaian dan dapat dikontrol, kesesuaiannya untuk belajar mandiri dan
kemampuannya untuk memberi umpan balik.[11]
G. Karakteristik Media
Pembelajaran
1.Media
Grafis
Media
grafis termasuk media visual yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber
kepenerima pesan, dimana pesan dituangkan melalui lambang atau simbol
komunikasi visual. Menurut Arief S.Sadiman ( 1986 ) simbol-simbol tersebut
harus dipahami benar, artinya agar proses penyampaian pesan dapat berhasil dan
efisien. Selain fungsi umum tersebut secara khusus grafis berfungsi pula untuk
menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi
fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digrafiskan.
Jenis media grafis adalah:
o
Media Bagan ( Chart )
Media bagan adalah
suatu media pengajaran yang penyajiannya secara diagramatik dengan menggunkan
lambang-lambang visual untuk mendapatkan sejumlah informasi yang menunjukkan
perkembanganide, objek, lembaga, orang, keluarga ditinjau dari sudut waktu dan
ruang. Pesan yang akan disampaikan biasanya berupa ringkasan visual suatu
proses, perkembangan atau hubungan-hubungan penting.
o
Grafik ( Grafik )
grafik merupakan gambar
sederhana yang disusun menurut prinsip matematika, dengan menggunakan data
berupa angka-angka. Grafik mengandung ide, objek dan hal-hal yang dinyatakan
dengan simbol dan disertai dengan keterangan-keterangan secara singkat.
Fungsi grafik adalah
untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan
atau perbandingan sesuatu objek atau peristiwa yang saling berhubungansecara
singkat dan jelas. Beberapa keuntungan menggunakan grafik adalah;
1. Bermanfaat
untuk menerangkan data kuantitatifdan hubungan-hubungan
2. Kemungkinan
pembaca untuk memahami data yang disajikan dengan cepat dan menyeluruh, baik dalam
bentuk ukuran jumlah pertumbuhan atau arah suatu kemajuan
3. Penyajian
angka lebih cepat, jelas, menarik, ringkas dan logis
Sebagaimana dikemukakan
Arief S.Sadiman sebagai media grafik yang baik kalau memenuhi syarat-syarat
sebagai berikut:
1. Jelas
untuk dilihat untuk seluruh kelas
2. Hanya
menyajikan satu ide setiap satu grafik
3. Ada
jarak/ruang kosong antara kolom-kolom bagiannya
4. Warna
yang digunakan kontras dan harmonis
5. Berjudul
dan ringkas
6. Sederhana
7. Mudah
dibaca
8. Praktis
dan mudah diatur
9. Menggambarkan
kenyataan
10.
Menarik
11.
Jelas dan tidak memerlukan informasi dan
keterangan tambahan
12.
Teliti
o
Media Diagram
Diagram merupakan
suasana garis-garis dan menyerupai peta pada gambar. Diagram ini sering juga
digunakan untuk meningkatkan letak bagian-bagian sebuah alat atau mesin serta
hubungan satu bagian dengan bagian yang lain.
o
Foster
Poster merupakan
gabungan antara gambar dan tulisan dalam satu bidang yang memberikan informasi
tentang satu atau dua ide pokok, poster hendaknya dibuat dengan gambar
dekoratif dan huruf yang jelas. Ciri-ciri poster yang baik:
Ø Sederhana
Ø Menyajikan
satu ide
Ø Dengan
slogan yang ringkas
Ø Gambar
tulisan yang jelas
Ø Mempunyai
komposisi dan variasi yang bagus
o
Karikatur dan kartun
Karikatur dan kartun
merupakan garis yang dicoret dengan spontan yang menekankan kepada hal-hal yang
dianggap penting, beda antara poster dan karikatur terletak pada karikatur
kadang-kadang lebih menggit dan kritis. Kesan kritis dan humor yang diberikan
karikatur dan kartun menyebabkan informasi yang disampaikan tahan lama dalam
ingatan anak.
o
Media Gambar atau Foto
Foto merupakan media
refroduksi bentuk asli dalam dua dimensi. Foto ini merupakan alat visual yang
efektif karena dapat divisualisasikan sesuatu yang akan dijelaskan dengan lebih
konkrit dan realitis. Foto ini dapat mengatur ruang dan waktu.
Media
gambar memiliki beberapa kelebihan yaitu:
a) Lebih
konkrit dan lebih realistis dalam memunculkan pokok masalah jika dibandingkan
dengan bahasa verbal
b) Dapat
mengatasi ruang dan waktu
c) Dapat
mengatasi keterbatasan mata
d) Memperjelas
masalah dalam bidang apa saja, dan dapat digunakan untuk semua orang tanpa
memandang umur
Kelemahan-kelemahan
media gambar/foto adalah:
a) 1).
Disamping media gambar/foto dapat memberikan keuntungan untuk digunakan dalam
pengajaran, namun juga banyak kelebihannya
b) Kelebihan
dan penjelasan guru dapat menyebabkan timbulnya penafsiran yang berbeda sesuai
dengan pengetahuan masing-masing anak terhadap hal yang dijelaskan
c) Penghayatan
tentang materi kurang sempurna, karena media gambar hanya menampilkan persepsi
indera mata yang tidak cukup kuat untuk menggerakkan seluruh kepribadian
manusia, sehingga materi yang dibahas kurang sempurna
d) Tidak
meratanya penggunaan foto tersebut bagi anak-anak dan kurang efektif dalam
penglihatan
o
Media Gambar Sederhana dengan Garis
Lingkaran
Ada beberapa hal yang
harus diperhatikan dalam membuat gambar dengan garis lingkaran, sebagaimana
yang dikemukakan Amir Hamzah Sulaiman ( 1995:112 ) sebagai berikut:
a) Gunakan
warna yang gelap untuk garis dan lingkaran supaya kontras dengan kertas sebagai
latar belakangnya
b) Jangan
ragu-ragu untuk melalui gambar objek yang dimaksudkan dan pelajari sambil
melakukannya
c) Gambar-gambar
harus besar dan garis-garis harus tebal agar jelas
d) Tentukan
terlebih dahulu bidang gambar, pilihlah diantara dua bidang, bidang yang tegak
dan bidang datar
e) Gunakan
satu bidang saja untuk satu objek
f) Gunakan
seluruh bidang dan jangan biarkan sebagian besar bidang ada yang kosong
g) Ada
baiknya memberi sketsa lebih dahulu dengan pensil supaya dapat dihapus yang
keliru, kenudian dapat digunakan spidol atau tinta
o
Media Komik
Komik merupakan media
yang mempunyai sifat yang sederhana, jelas, mudah dipahami. Oleh sebab itu
media komik dapat berfungsi sebagai media yang informatik dan edukatif.
sungguhpun demikian penggunaan komik sebagai media pengajaran guru harus
hati-hati sebab seringkali lebih bersifat komersial tanpa mempertimbangkan
akibat yang ditimbulkan.
2. Media
Visual Dua Dimensi
Media visual dua dimensi merupakan media yang
bersifat elektronik yang diproyeksi dan terdiri dari perangkat perangkat keras
dan perangkat lunak. Ada beberapa jeni media visual dua dimensi ini adalah:
o
Overhead Proyector ( OHP )
OHP ini telah ditemukan
sejak tahun 1930-an yaitu sejak adanya penemuan lensa fresnal yang digunakan
dalam OHP.
o
Slide
Silde dan flmstrip
merupakan media yang diproyeksikan dan dapat dilihat dengan mudah oleh para
siswa dikelas. Slide adalah sebuah ganbar transparan yang diproyeksikan oleh
cahaya melalui proyektor. Merupakan Andre Rianto (1982: 49-50) sound slide
mempunyai keistimewaan sebagai berikut:
o
Filim Strip
Filmstrip disebut juga
filim slide, stripfilm dan still film yang arti dan fungsinya sama. Ukuran
filmstrip ada dua jenis yaitu: 1). single frame 2). double frame. Slide dan
Filmstrip memberikan keuntungan dalam kegiatan proses belajar mengajar. Oemar
Hamalik ( 1985 : 91 ) mengemukakan bahwa slide dan filmstrip mengandung
nilai-nilai sebagai berikut:
1. Penyajiannya
berupa satu unit atau satu kesatuan yang bulat
2. Menimbulkan
dan mempertinggi minat murid
3. Setiap
sistem dalam kelas melihat gambar yang sama dan dalam waktu yang sama
4. Merangsang
diskusi kelas
5. Dapat
dipertunjukkan pada ruang setengah gelap, tidak seperti halnya gaambar filim
6. Lebih
efesien
7. Dapat
digunakan untuk semua bidang pengajaran dan juga untuk semua tingkat usia
3. Media
Audio
Media audio berkaitan dengan indra pendengar, dimana
pesan yang disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang auditif, baik verbal (
kedalam kata-kata atau bahasa lisan ) maupun non verbal. Ada beberapa jenis
media yang dapat dikelompokkan dalam media audio yaitu:
o
Radio
Radio merupakan
perlengkapan elektronik yang dapat digunakan untuk mendengarkan berita yang
baagus dan aktual dapat mengetahui beberapa kejadian dan peristiwa-peristiwa
penting dan baru, masalah-masalah kehiduapan dan sebagainya. Pendapat tersebut
menunjukkan bahwa radio dapat merupakan alat pendidikan yang digunakan secara
efektif untuk seluruh level dan pase pendidikan. Beberapa keuntung radio
sebagai media pendidikan dan pengajaran adalah:
a) Harganya
lebih murah dan dapat dibeli oleh sebagian besar masyarakat, misalnya radio
transistor
b) Dapat
dipindahkan dari suatu ruangan keruanagan lainnya, karena radio tersebut tidak
begitu berat dan juga dapat dibawa tatkala mengadakan rekreasi atau perjalanan
yang agak jauh
c) Kalau
radio tersebut memiliki tape recorder maka kita dapat merekam siaran-siaraan
yang penting untuk kemudian dapat didengar kembali, misalnya siaran siaran
pelajaran bahasa inggris, musik atau keterampilan-keterampilan yang dapat
menunjang pendidikan
d) Radio
dapat mengembangkan daya immajinasi anak didik
e) Merangsang
partisipasi aktif pendengaran, karena sambil mendengarkan radio pendengar dapat
menulis hal-hal yang penting dari program yang didenagar
f) Radio
membantu memusatkan perhatian anak didik pada kata-kata yang digunakan pada
bunyi dan artinya
g) Radio
dapat memberikan hal-hal yang lebih baik
h) Radio
dapat memberikan pengalaman-pengalaman dari dunia luar kekelas
i)
Radio dapat mengatasi ruang dan waktu,
mempunyai jangkauan yang luas dan dapat dihadirkan kedalam kelas
j)
Radio dapat memberikan berita autentik
atau keterangan-keteranagan yang sebenarnya, asli dan dapat dipercaya
k) Mendorong
kreativitas anak didik
l)
Radio berpengaruh terhadap pembentukan
pribadi seseorang
4. Media
Audio Visual Gerak
Media audio visual gerak dapat berupa:
a.
Filim Bersuara
Film yang dimaksud
disini adalah filim sebagai alat audio visual untuk pelajaran, penerangan atau
penyuluhan. Keuntungan atau manfaat film adalah:
Ø Film
dapat menggambarkan suatu proses
Ø Dapat
menimbulakan kesan ruang dan waktu
Ø pengambarannya
bersifat 3 dimensi
Ø Suara
yang dihasilkan dapat menimbulkan realita pada gambar dalam bentuk ekspresi
murni
Ø Dapat
menyampaikan suara seorang ahli sekaligus melihat penampilannya
Ø Kalau
film tersebut berwarna akan dapat menambah realita objek yang diperagakan
Dalam
menilai baik tidaknya sebuah film, Oemar Hamalik mengemukakan bahwa film yang
baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
ü Dapat
menarik minat anak
ü Benar
dan autentik
ü Up
to date dalam setting, pakaian dan lingkungan
ü Sesuai
dengan kematangan audien
ü Perbendaharaan
bahasa yang dipergunakan secara benar
ü Kesatuan
dan squence-nya cukup teratur
ü Teknis
yang dipergunakan cukup memahami persyaratan dan cukup memuaskan
Ada
beberapa klasifikasi dlam film, yaitu:
ü Film
informasi
ü Film
kecakapan atau drill
ü Film
appresiasi
ü Film
dokumentar, bertujuan untuk memberikan gambaran yang sebenarnya tentang suatu
cerita dengan menggunakan masyarakat yang nyata dan dalam situasi-situasi yang
nyata pula
ü Film
rekreasi
ü Film
episode, yaitu film yang terdiri dari edisi-edisi yang pendek. sifat dasar film
efisode ini non profit
ü Film
sain
ü Film
berita ( news )
ü Film
industry
ü Film
provokasi, film ini ditujukan untuk menjelaskan mata pelajaran tertentu kepada
anak-anak, film ini akan mendorong adanya diskusi diantara anak-anak dikelas
b) Televisi
Televisi adalah
perlengkapan elektronik yang pada dasarnya sama dengan gambar hidup yang
meliputi gambar dan suara. Televisi sebagai media pengajaran mengandung
beberapa keuntungaan antara lain:
ü Bersifat
langsung dan nyata serta dapat menyajikan peristiwa yang sebenarnya
ü Memperluas
tinjauan kelas, melintasi berbagai daerah atau berbagai negara
ü Dapat
menciptakan kembali peristiwa masa lampau
ü Dapat
mempertunjukkan banyak hal dan banyak segi yang beraneka ragam
ü Banyak
mempergunakan sumber-sumber masyarakat
ü Menarik
minat anak
ü Dapat
melatih guru baik dalam pre-service maupun dalam incervice training
ü Masyarakat
diajak berpartisipasikan dalam rangka meningkatkan perhatian mereka terhadap
sekolah[15]